Tabalong (1/1) – Di saat hiruk-pikuk kembang api mewarnai langit malam pergantian tahun, sebanyak 150 generasi penerus (generus) DPD LDII Kabupaten Tabalong justru memilih jalan berbeda. Mereka berkumpul di Gedung Serbaguna Desa Padang Panjang, Kecamatan Tanta, untuk mengikuti pengajian akhir tahun bertajuk “Perahu Kertas”, sebuah akronim filosofis untuk Pengajian Akhir Tahun untuk Generasi Emas yang Berbudi Luhur dan Berkualitas.
Acara yang berlangsung khidmat ini diawali dengan pendalaman Al-Qur’an dan pemaknaan Hadist. Puncak materi disampaikan oleh Dewan Penasehat DPD LDII Tabalong, Muhammad Ilyas, yang mengupas tuntas tentang 29 Karakter Luhur.
Dalam nasehatnya, Ia menitikberatkan pada Empat Tali Keimanan sebagai perisai utama menghadapi degradasi moral di zaman modern.
“Empat tali keimanan ini adalah benteng. Jika generasi muda memegang erat prinsip ini, mereka tidak akan mudah terombang-ambing oleh pengaruh negatif lingkungan dan zaman,” tegas Muhammad Ilyas.
Suasana yang semula serius berubah menjadi penuh keceriaan saat memasuki sesi game cerdas cermat. Pertanyaan-pertanyaan seputar 29 Karakter Luhur dilemparkan oleh panitia, memicu persaingan sehat antarpeserta. keceriaan dan antusiasme terlihat jelas hingga tak terasa waktu menunjukkan pukul 23.00 WITA.
Sebagai penutup sesi malam, para peserta dimanjakan dengan hidangan soto premium yang disiapkan khusus oleh panitia untuk menghangatkan suasana kebersamaan.
Transformasi spiritual berlanjut pada sepertiga malam terakhir. Seluruh peserta bangun untuk melaksanakan sholat tahajud dan doa malam.
Setelah sholat subuh, Ketua PPG Tabalong, Ponco Utomo, memberikan nasehat penutup yang menekankan pentingnya kualitas diri dengan 29 karakter luhur.
“Generasi muda harus unggul dan kompetitif. 29 Karakter Luhur bukan sekadar hafalan, tapi modal utama untuk bersaing dalam kehidupan dunia yang semakin keras,” pesannya.
Ketua DPD LDII Kabupaten Tabalong, Hipni Rosadi mengungkapkan rasa bangganya atas terselenggaranya acara ini. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah agenda rutin tahunan untuk membina mentalitas pemuda agar terhindar dari kegiatan hura-hura yang tidak bermanfaat.
“Yang luar biasa, mereka (generus) sendiri yang merencanakan acaranya dan mereka juga yang menjadi panitia. Kami hanya mengarahkan agar sesuai dengan keinginan dan kreativitas anak muda zaman sekarang,” ujar Hipni.
Hipni bersyukur acara berjalan lancar dan aman. “Anak-anak pulang ke rumah masing-masing membawa bekal ilmu dan pahala, melewati malam tahun baru dengan kegiatan yang jauh lebih positif,” pungkasnya. (rel)





