Kotabaru (22/1) – Setelah melewati perjalanan panjang dan proses administrasi yang menguji kesabaran, Pondok Pesantren (Ponpes) At-Taqwa Desa Sebelimbingan akhirnya memasuki babak baru. Momentum ini ditandai dengan agenda silaturahmi hangat antara pengurus pondok bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kotabaru pada Selasa (20/01).
Mengusung tema “Sinkronisasi Program Pendidikan Pesantren dalam Mewujudkan Ekosistem Pendidikan Islam yang Unggul dan Akuntabel”, pertemuan ini menjadi simbol kuatnya sinergi antara lembaga dakwah, pemerintah desa, hingga aparat keamanan (Babinsa) dalam mendukung pendidikan agama di Bumi Sa-Ijaan.
Sekretaris Ponpes At-Taqwa, Nur Abdul Rozaq, mengisahkan bagaimana perjuangan pengelola dalam mengurus Izin Operasional Pondok Pesantren (IJOP). Proses yang memakan waktu bertahun-tahun ini penuh tantangan, mulai dari transisi data manual ke digital hingga kendala teknis aplikasi pusat yang sempat maintenance selama tiga tahun.
“Berkat kegigihan dan kesabaran, legalitas itu akhirnya terbit. Kini, kami berharap pembinaan dari Kemenag bisa lebih intensif karena kami masih terhitung baru dalam hal manajemen dan pengembangan program,” ujar Rozaq.
Meski baru mengantongi legalitas formal, Ponpes At-Taqwa sejatinya bukan pemain baru. Kemenag mencatat pesantren ini telah eksis memberikan warna pendidikan selama 26 tahun.
Ia menambahkan, pihaknya ingin Pondok Pesantren At-Taqwa terus dipantau dan dibina agar berjalan sesuai harapan, baik dalam aspek keagamaan maupun dalam kehidupan sehari-hari santri.
“Atas perhatian dari Kemenag, kami berharap pesantren ini bisa semakin maju. Peluang pengembangan juga terbuka, salah satunya melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (ICT). Mudah-mudahan ke depan bisa terlaksana dengan bimbingan dari Kemenag,” harapnya.
Kepala Seksi Pendidikan Agama Kemenag Kotabaru, Dra. Hj. Siti Fatimah, S.Ag, MM, memberikan apresiasi terhadap keberadaan Ponpes At-Taqwa yang telah berdiri dan berjalan selama kurang lebih 26 tahun.
“Kami dari Kementerian Agama sangat mendukung. Mudah-mudahan ke depan pondok ini akan semakin maju dengan tetap mengikuti aturan yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama,” tuturnya.
Ketua DPD LDII diwakili Ketua PC LDII Kecamatan Pulaulaut Utara, Abdulloh Sifaturrohman, yang juga terafiliasi dengan Ponpes At-Taqwa, turut mengapresiasi kehadiran pihak Kemenag. Ia berharap sinergi dan kerja sama yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan demi kemajuan pesantren.
“Dengan sinergi bersama Kemenag, pembinaan terhadap Pondok Pesantren At-Taqwa bisa lebih maksimal, sehingga santri dapat menjadi generasi yang profesional dan religius, kuat dalam ilmu agama serta tidak tertinggal dalam ilmu pengetahuan dan budaya,” pungkasnya. (Rzq)




