• DPP LDII Official Website
  • Tentang LDII
  • Home
  • Tentang LDII
  • Susunan Pengurus
  • Rubrik
  • Kontak
No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang LDII
  • Susunan Pengurus
  • Rubrik
  • Kontak
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Berita Daerah

Ketua LDII Tanah Laut Sulap Lahan Marjinal Jadi Hamparan Sorgum Produktif

0
SHARES
38
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Tanah Laut (17/2) – Kolaborasi LINES DPW LDII Kalimantan Selatan bersama LINES DPP LDII melakukan peliputan intensif pengembangan budidaya sorgum di Kabupaten Tanah Laut, 10–14 Februari 2026. Dokumentasi tersebut dipersiapkan sebagai materi tayangan dalam Musyawarah Nasional (Munas) LDII 2026 mendatang.

Selama lima hari, tim melakukan survei lahan, peliputan panen, wawancara petani, kunjungan akademik, hingga proses hilirisasi sorgum. Fokus liputan tertuju pada inovasi yang dikembangkan Ketua DPD LDII Kabupaten Tanah Laut, Anton Kuswoyo, yang juga dosen di Politeknik Negeri Tanah Laut.

Anton menjelaskan, pengembangan sorgum berangkat dari keprihatinan terhadap luasnya lahan marjinal, termasuk lahan pascatambang batubara di Tanah Laut yang belum produktif.

“Sebagai dosen vokasi, saya melihat potensi besar lahan marjinal yang sebenarnya bisa dioptimalkan. Tanah Laut memiliki hamparan lahan kering dengan tingkat kesuburan rendah, namun bukan berarti tidak bisa dimanfaatkan,” ujarnya.

Ia memilih sorgum karena tanaman tersebut adaptif terhadap kekeringan, toleran terhadap tanah miskin hara, serta memiliki nilai gizi tinggi. Inovasi yang diterapkan meliputi perbaikan tanah dengan bahan organik dan amelioran, pemilihan varietas adaptif, serta pola tanam terpadu berbasis riset terapan dan pertanian berkelanjutan.

Pendekatan tersebut bukan sekadar budidaya, tetapi berbasis penelitian ilmiah aplikatif. Inovasi ini sebelumnya juga mengantarkan Anton meraih prestasi dalam ajang lomba karya tulis ilmiah tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.

Menurut Anton, sorgum memiliki nilai strategis dalam mendukung ketahanan pangan.

“Sorgum dapat menjadi substitusi beras dan gandum, sehingga mengurangi ketergantungan impor dan memperkuat diversifikasi pangan lokal,” jelasnya.

Dari sisi ekonomi, biaya produksi yang relatif rendah serta ketahanannya terhadap kondisi ekstrem membuat risiko gagal panen lebih kecil. Hal ini membuka peluang usaha baru, terutama di lahan yang sebelumnya dianggap tidak produktif.

Pengembangan tersebut juga sejalan dengan program ketahanan pangan daerah dan nasional. Pemerintah daerah dinilai dapat menjadikan sorgum sebagai komoditas alternatif unggulan Tanah Laut.

Sebagai Ketua DPD LDII Kabupaten Tanah Laut, Anton menegaskan bahwa pengembangan sorgum tidak terlepas dari peran LDII dalam mendorong kemandirian dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Ini bukan hanya program pertanian, tetapi bagian dari dakwah bil hal—berdakwah melalui karya nyata,” tegasnya.

Peran LDII diwujudkan melalui edukasi dan pelatihan budidaya, pendampingan usaha berbasis komunitas, serta penguatan ekonomi produktif berbasis pangan. Dampaknya, warga LDII tidak hanya meningkat secara ekonomi, tetapi juga memiliki ketahanan keluarga yang lebih baik dan semangat kontribusi untuk masyarakat luas.

Pengembangan sorgum di Tanah Laut telah diarahkan pada berbagai produk turunan, seperti tepung sorgum, beras analog, pakan ternak, hingga olahan UMKM seperti mie dan kue berbahan dasar sorgum.

Ke depan, peluang hilirisasi dinilai sangat besar, mulai dari industri pangan sehat dan gluten-free, pakan unggas dan ruminansia, hingga potensi bioetanol dan energi terbarukan.

“Dengan pendekatan industri berbasis riset, sorgum dapat menjadi komoditas bernilai ekonomi tinggi,” tambah Anton.

Anton memiliki visi menjadikan sorgum sebagai ikon pangan alternatif Tanah Laut yang berkontribusi pada ketahanan pangan nasional.

“Jika dikelola sistematis—dari budidaya, hilirisasi hingga pemasaran—sorgum dapat menggerakkan ekonomi desa, memulihkan lahan marjinal, dan mendukung program ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Ia berharap LDII dapat menjadi motor penggerak gerakan pangan mandiri berbasis komunitas. “Karena pada akhirnya, kemandirian pangan adalah bagian dari kedaulatan bangsa,” tutupnya.

Melalui kolaborasi LINES DPW dan DPP LDII ini, inovasi sorgum Tanah Laut diharapkan menjadi inspirasi nasional, sekaligus bukti kontribusi nyata LDII dalam membangun kemandirian pangan Indonesia. (Lines Kalsel)

Previous Post

Ketua MUI Beri Tausyiah di Pengajian DPD LDII Tanah Laut

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pos Terbaru

Ketua LDII Tanah Laut Sulap Lahan Marjinal Jadi Hamparan Sorgum Produktif

Ketua LDII Tanah Laut Sulap Lahan Marjinal Jadi Hamparan Sorgum Produktif

February 17, 2026
Ketua MUI Beri Tausyiah di Pengajian DPD LDII Tanah Laut

Ketua MUI Beri Tausyiah di Pengajian DPD LDII Tanah Laut

February 15, 2026
Ketua Umum LDII: Pers Harus Bebas dari Kepentingan Politik dan Framing Kekuasaan

Ketua Umum LDII: Pers Harus Bebas dari Kepentingan Politik dan Framing Kekuasaan

February 9, 2026

Tagline

8 bidang pengabdian LDII akhlakul karimah Anies Baswedan Chriswanto Santoso Covid-19 DPD LDII Gresik Ekoteologi FKUB Halal Bihalal Hari Amal Bakti Kemenag Jawa Timur Kementerian Agama Bintan KPU LDII LDII Bandung LDII Bintan LDII untuk Bangsa Lembaga Dakwah Islam Indonesia MUI Bandung NKRI One Pesantren One Product PAC LDII Pabuaran Mekar Pancasila Pemilu Damai Ponpes Wali Barokah profesional religius program kampung iklim Rapat Kerja tanggulangi judi online Vaksin vaksinasi wabah Wisata

Categories

  • Berita Daerah
  • Berita Kegiatan
  • Berita Nasional
  • Ekonomi
  • Lintas Daerah
  • Muswil Ke-7 DPW LDII Kalsel
  • Nasehat
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Prestasi
  • Uncategorized
  • Home
  • Tentang LDII
  • Susunan Pengurus
  • Rubrik
  • Kontak

© 2021 Managed by DPP LDII

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang LDII
  • Susunan Pengurus
  • Rubrik
  • Kontak

© 2021 Managed by DPP LDII