Banjarmasin (8/3) — Pengurus DPW LDII Kalimantan Selatan menggelar kegiatan buka puasa bersama dengan insan pers di Restoran Lima Rasa, Sabtu (7/3). Kegiatan yang dihadiri sekitar 15 orang wartawan dari berbagai media di Kalimantan Selatan tersebut berlangsung hangat dan penuh suasana kekeluargaan.
Sejak menjelang waktu berbuka, para pengurus LDII dan wartawan tampak berbincang santai sambil bertukar informasi mengenai berbagai kegiatan organisasi maupun perkembangan isu di masyarakat. Momentum Ramadan ini dimanfaatkan sebagai ajang mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antara organisasi kemasyarakatan dan media.
Ketua DPW LDII Kalimantan Selatan, Dedi Supriatna mengatakan bahwa media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang edukatif dan konstruktif kepada masyarakat.
“Melalui kegiatan silaturahmi ini kami berharap hubungan baik antara LDII dan insan pers dapat terus terjalin. Media memiliki peran strategis dalam menyampaikan berbagai kegiatan dan kontribusi organisasi kepada masyarakat secara luas,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa komunikasi yang baik antara organisasi kemasyarakatan dan media sangat diperlukan agar informasi yang beredar di masyarakat dapat memberikan dampak positif serta mendorong partisipasi masyarakat dalam berbagai kegiatan pembangunan.
Sementara itu, Sekretaris DPW LDII Kalimantan Selatan, Budiono menjelaskan bahwa kegiatan buka puasa bersama ini juga menjadi sarana memperkenalkan berbagai program LDII yang sedang berjalan di daerah.
“Kami ingin menjalin komunikasi yang lebih dekat dengan rekan-rekan media. Dengan adanya pertemuan seperti ini, kami dapat menyampaikan berbagai program organisasi, mulai dari pembinaan generasi muda, kegiatan dakwah, hingga pemberdayaan masyarakat,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, pengurus LDII Kalsel juga memaparkan salah satu program yang tengah berkembang di daerah, yakni pengembangan komoditas sorgum sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan.
Menurut Dedi Supriatna, pengembangan tanaman sorgum merupakan salah satu kontribusi nyata warga LDII dalam memanfaatkan potensi lahan yang ada.
“Pengembangan sorgum ini menjadi salah satu upaya warga LDII untuk memanfaatkan lahan yang kurang produktif agar tetap memberikan manfaat. Selain dapat menjadi sumber pangan alternatif, tanaman ini juga memiliki potensi ekonomi yang baik bagi masyarakat,” katanya.
Program pengembangan sorgum tersebut dikembangkan oleh warga LDII di Kabupaten Tanah Laut dengan memanfaatkan lahan marjinal yang sebelumnya kurang produktif untuk pertanian. Tanaman ini dinilai memiliki sejumlah keunggulan karena mampu tumbuh di lahan kering, mudah dibudidayakan, serta memiliki kandungan gizi yang baik sehingga berpotensi menjadi sumber pangan alternatif.
Inovasi budidaya sorgum yang dikembangkan warga LDII di Kalimantan Selatan bahkan mendapat perhatian karena dinilai berpotensi menjadi salah satu contoh praktik baik (best practice) dalam pengembangan pangan alternatif.
Sebagai bagian dari kontribusi daerah terhadap program nasional organisasi, berbagai inovasi yang dikembangkan warga LDII juga dipersiapkan untuk ditampilkan pada Musyawarah Nasional LDII 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta. Forum tersebut menjadi agenda penting organisasi dalam merumuskan arah kebijakan serta program kerja LDII ke depan.
Melalui kegiatan silaturahmi ini, LDII Kalimantan Selatan berharap hubungan baik dengan media dapat terus terjalin sehingga berbagai kegiatan dan kontribusi organisasi di tengah masyarakat dapat tersampaikan secara luas melalui pemberitaan yang informatif dan berimbang.(Lines Kalsel)



