Banjarmasin (28/7). DPD LDII Kota Banjarmasin menggelar Perkemahan Akhir Tahun Ajaran Cinta Alam Indonesia (PERMATA CAI) ke-47 di Masjid Al Muhajirin, Sungai Lulut, Kota Banjarmasin, pada 24–26 Juli 2026.
Mengusung tema, “Perhebat Karakter Pemuda Profesional Religius dan Berasaskan Pancasila Guna Memperkokoh Eksistensi Bangsa di Bawah Naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya LDII membina generasi penerus (generus) agar memiliki karakter luhur, profesional religius, dan siap menghadapi tantangan perkembangan zaman.
Ketua DPD LDII Kota Banjarmasin, Ahmad Kusnan mengatakan tantangan generasi muda saat ini semakin kompleks. Menurutnya, lunturnya adab, kedisiplinan, sikap saling menghargai, hingga meningkatnya egoisme menjadi persoalan yang harus dijawab melalui pembinaan karakter secara berkelanjutan.
“PERMATA CAI menjadi salah satu ikhtiar LDII dalam membentuk generasi yang memiliki semangat kebersamaan, gotong royong, saling berbagi, serta berlandaskan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut terus dilaksanakan secara berkesinambungan sebagai sarana membina generasi penerus yang memiliki karakter luhur, cinta tanah air, serta mampu mengamalkan 29 Karakter Luhur dalam kehidupan sehari-hari.
“Generasi muda harus memiliki pondasi yang kuat, mencintai bangsa dan negara, serta menerapkan 29 Karakter Luhur agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” tambahnya.
Dalam pelaksanaannya, Penggerak Pembina Generus (PPG) Kota Banjarmasin berkolaborasi bersama DPD LDII Kota Banjarmasin sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan. Ketua PPG Kota Banjarmasin, Jumari, mengatakan kolaborasi tersebut bertujuan memperkuat pembinaan generasi unggul dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, salah satu fokus pembinaan pada PERMATA CAI tahun ini adalah melatih peserta memetakan persoalan di lingkungan sekitar melalui Forum Group Discussion (FGD).
“Melalui FGD, peserta diajak mengidentifikasi berbagai persoalan di lingkungan, menganalisis penyebabnya, kemudian bersama-sama mencari solusi yang dapat diterapkan,” jelas Jumari.

Ia menambahkan, pembentukan karakter harus dilakukan secara berkelanjutan melalui keteladanan orang tua, ulama, serta jajaran pengurus LDII sehingga nilai-nilai luhur yang ditanamkan dapat diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Ketua Pelaksana, Saipul Bahri menjelaskan PERMATA CAI ke-47 diikuti sekitar 200–215 peserta dari PAC LDII se-Kota Banjarmasin. Selama tiga hari, peserta mendapatkan pembinaan yang berfokus pada penguatan 29 Karakter Luhur, seperti alim-fakih, berakhlakul karimah, mandiri, serta penguatan wawasan kebangsaan.
Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti Forum Group Discussion (FGD) sebagai sarana melatih kemampuan berpikir kritis, berdiskusi, serta mencari solusi terhadap persoalan yang dihadapi generasi muda.
Salah seorang pemateri, Zainul, mengatakan FGD tahun ini mengangkat tema bijak bermedia sosial. Menurutnya, kemampuan memanfaatkan teknologi secara positif menjadi bekal penting bagi generasi muda di era digital.
“Generasi muda harus mampu memanfaatkan media sosial sebagai sarana belajar, berkarya, berdakwah, dan memberikan manfaat bagi masyarakat, tanpa meninggalkan nilai-nilai 29 Karakter Luhur,” katanya.
Salah seorang peserta, Anis, mengaku memperoleh banyak pengalaman selama mengikuti PERMATA CAI. Baginya, kegiatan tersebut tidak hanya menambah wawasan keagamaan, tetapi juga memperkuat kedisiplinan, tanggung jawab, semangat belajar, dan kepedulian terhadap sesama.
“Saya belajar bahwa mencari ilmu bukan hanya untuk menambah pengetahuan, tetapi juga bagaimana ilmu tersebut diamalkan dan memberi manfaat bagi orang lain. Kegiatan ini juga memotivasi saya menjadi generus yang lebih aktif di organisasi maupun masyarakat,” ungkapnya.
Melalui PERMATA CAI ke-47, DPD LDII Kota Banjarmasin menegaskan komitmennya dalam membina generasi penerus yang berkarakter luhur, profesional religius, serta berwawasan kebangsaan. Dengan penguatan 29 Karakter Luhur, kegiatan ini diharapkan mampu mencetak generasi yang siap menghadapi tantangan zaman sekaligus memberikan kontribusi positif bagi agama, bangsa, dan negara. (Lines Banjarmasin)



