Hulu Sungai Utara (19/8) – Semangat kemerdekaan membakar antusiasme warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Pimpinan Anak Cabang (PAC) Sei Karias, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).
Memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, halaman permukiman warga mendadak riuh oleh derak tawa dan sorak-sorai perlombaan rakyat pada Senin (17/8).
Suasana kampung tampak semarak dipenuhi kibaran bendera merah putih dan deretan umbul-umbul di sepanjang jalan. Sejak pagi, warga dari berbagai kalangan mulai dari anak-anak, remaja, hingga ibu-ibu memadati area lomba untuk memberikan dukungan.
Dari beragam rangkaian kegiatan, lomba bakiak panjang beregu yang diikuti para bapak-bapak menjadi magnet utama yang paling menyedot perhatian. Menuntut kekompakan dan kestabilan, 3 hingga 4 orang peserta harus melangkah serempak di atas bakiak kayu menuju garis finis. Gelak tawa penonton pun pecah saat beberapa regu harus tersungkur akibat kehilangan ritme langkah.
Ketua PAC LDII Sei Karias, Kalseto, mengungkapkan bahwa agenda tahunan ini digelar tidak hanya untuk bersuka ria, tetapi juga sebagai sarana mempererat tali silaturahim dan meresapi makna kemerdekaan.
“Alhamdulillah, antusiasme warga luar biasa. Lomba bakiak ini bukan sekadar permainan, tapi filosofinya dalam. Kita diajarkan untuk kompak, seirama, dan saling menjaga kalau satu jatuh, semua ikut jatuh. Itulah makna gotong royong yang diajarkan para pejuang kemerdekaan,” ujar Kalseto.
Ia menambahkan, LDII berkomitmen untuk terus berkontribusi aktif dalam merawat kerukunan, persatuan, serta menanamkan semangat kebangsaan di tengah masyarakat.
Keseruan tersebut diakui langsung oleh para peserta. Wardoyo, salah satu peserta lomba bakiak bapak-bapak, mengaku sangat terhibur meski harus menguras tenaga.
“Seru sekali, harus betul-betul kompak mengatur langkah. Napas ngos-ngosan, tapi sangat senang. Kalah atau menang itu biasa, yang penting bisa tertawa dan gembira bersama warga dan anak-anak. Momen kebersamaan seperti ini sangat berharga, tahun depan harus lebih meriah lagi!” ungkap Wardoyo sembari tersenyum.
Rangkaian acara kemerdekaan tersebut diakhiri dengan pembagian hadiah sederhana bagi para pemenang lomba serta sesi ramah tamah penuh kehangatan antarwarga. (Ngt)




