Kotabaru (19/8) – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung khidmat di Bumi Saijaan.
Memperkuat sinergi pendidikan formal dan keagamaan, SMA Budi Utomo bekerja sama dengan Pondok Pesantren (Ponpes) Attaqwa Kotabaru menggelar upacara bendera bersama di halaman sekolah, Jalan Sadewa RT 04/II, Desa Sebelimbingan, Kecamatan Pulaulaut Utara, Senin (17/8).
Upacara tersebut diikuti sekitar 120 peserta yang terdiri dari kolaborasi siswa-siswi, santriwan-santriwati, dewan guru, hingga staf sekolah. Suasana terasa semakin hangat dengan hadirnya jajaran Pengurus Yayasan Rahmat Abdul Amin, pengasuh pesantren, para ustadz-ustadzah, serta tokoh masyarakat setempat.
Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Sekretaris Ponpes Attaqwa, Nur Abdul Rozaq, dalam amanatnya mengajak seluruh peserta untuk meneladani dan mengenang jasa besar para pahlawan serta ulama yang telah mengorbankan jiwa raga demi kemerdekaan bangsa.
“Sejarah mencatat bahwa kemerdekaan Indonesia berdiri di atas pilar perjuangan fisik dan doa khusyuk para pejuang serta ulama. Cinta tanah air dan keimanan adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan, Hubbul Wathan minal Iman,” tegas Rozaq di hadapan ratusan peserta upacara.
Rozaq juga menitipkan tiga pesan kunci bagi generasi muda, khususnya para siswa dan santri, yang pertama menjadikan ketaqwaan dan keilmuan sebagai benteng utama dalam menghadapi tantangan zaman.

“ Kedua merawat semangat kerukunan dan gotong royong di tengah kehidupan bermasyarakat dan yang ketiga memegang teguh prinsip kemandirian serta kejujuran agar benteng moral tidak tergerus arus negatif pergaulan modern” beber Rozaq.
Usai pengibaran bendera, Kepala SMA Budi Utomo, Riensty Hawwin Navia, S.Pd., menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas kelancaran seluruh rangkaian acara yang merupakan buah dari latihan intensif selama sepekan.
“Bagi saya, ini merupakan peringatan HUT RI ke-4 selama menjabat sebagai kepala sekolah. Antusiasme dan kedisiplinan para siswa hari ini menjadi bukti nyata bahwa semangat nasionalisme tumbuh subur di sekolah kami,” ungkap Hawwin.
Hawwin berharap nilai-nilai luhur perjuangan seperti kedisiplinan, kebersamaan, dan sikap pantang menyerah tidak sekadar menjadi pajangan di lapangan upacara, tetapi diresapi dalam proses belajar sehari-hari hingga kehidupan bermasyarakat.
“Tujuannya agar mereka tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang berkarakter kuat, cerdas, dan berintegritas,” pungkasnya. (Lines Kotabaru)



