Kotabaru (19/9) – Kepala Bidang Pemberdayaan Pemuda Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Provinsi Kalimantan Selatan, Budiono, SSTP, M.Si, melakukan kunjungan dan silaturahim ke Pondok Pesantren (Ponpes) binaan Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kabupaten Kotabaru pada Kamis (17/9) malam..
Silaturahim dihadiri Ketua LDII Kabupaten Kotabaru, H. Murdianto bersama dewan penasehat, pengurus yayasan, pengurus pondok, tokoh agama tokoh masyarakat dan pemuda di sekitar Kecamatan Pulaulaut Utara.
Dalam sambutannya Murdianto, menekankan keberadaan bonus demografi dan potensi besar yang dimiliki oleh generasi penerus binaanya. Jumlah pemuda yang signifikan perlu diimbangi dengan pembekalan yang matang agar mampu bersaing dan melanjutkan roda perjuangan organisasi maupun bangsa.
“Jumlah generasi muda kita sangat potensial. Jika tidak kita siapkan dengan baik, potensi ini tidak akan maksimal. Oleh karena itu, pembekalan dan pembinaan secara berkelanjutan terus dilakukan agar mereka memiliki semangat juang, daya saing, serta kesiapan menjadi generasi penerus yang tangguh,” ungkapnya.

Budiono memberikan wawasan kepemudaan dengan berdialog bersama santriwan dan santriwati yang menurutnya dapat dijadikan sebagai ajang literasi serta pembukaan wawasan terkait berbagai isu strategis kepemudaan yang tengah dihadapi. .
Ia pun menyoroti Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) di Kalimantan Selatan. Salah satu tantangan utama yang terus ditekan oleh Pemerintah Provinsi Kalsel adalah menekan angka pemuda NEET (Not in Employment, Education, or Training) yakni kelompok pemuda usia 16–30 tahun yang sedang tidak sekolah, tidak bekerja, dan tidak mengikuti pelatihan.
“Kunjungan ini menjadi wadah sosialisasi dan pembinaan berkesinambungan bagi pemuda usia 16 hingga 30 tahun. Harapan kita, para santri memiliki gambaran serta persiapan matang dalam menghadapi tantangan di luar pondok pesantren setelah lulus nanti,” ujar Budiono.
Sesi diskusi interaktif dimanfaatkan untuk menjaring aspirasi, ide, serta pola pikir pemuda generasi Gen-Z. Sejumlah santri menyampaikan harapan agar pemerintah daerah memfasilitasi pelatihan keterampilan, pelatihan kerja, serta ruang untuk pengembangan diri guna menyongsong dunia kerja.
Menanggapi hal itu, Budiono menegaskan bahwa pemerintah menyediakan berbagai program unggulan lintas instansi yang dapat diakses oleh masyarakat luas, termasuk lingkungan pondok pesantren. Salah satu solusi konkret adalah menjalin kerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK).
“Dengan jalinan kemitraan, selain dibekali pemahaman ilmu keagamaan yang kuat, para santri juga memiliki keterampilan (skill) dan keahlian praktis sebagai modal kemandirian di masa depan,” pungkas nya.
Ponpes At-Taqwa yang berada di Jalan Sadewa, RT 04/II, Desa Sebelimbingan, Kecamatan Pulaulaut Utara di Desa Sebelimbingan. (Arf)




