Banjarbaru (23/3) –Warga LDII Kota Banjarbaru memadati saf-saf shalat Idul Fitri 1447 H yang digelar serentak di empat lokasi strategis pada Sabtu (21/3/) pagi.
Keempat titik tersebut tersebar di Kelurahan Guntung Manggis, Landasan Ulin Timur, Loktabat Utara, dan Loktabat Selatan.
Pusat kegiatan yang berlangsung di Masjid Al-Manshurin menjadi magnet utama jemaah. Bertindak sebagai imam dan khatib, Pembina LDII Kota Banjarbaru, Fajar Arianto, S.Ak., menyampaikan pesan mendalam mengenai makna kembali ke fitrah.
Dalam khotbahnya, Fajar menguraikan bahwa Idul Fitri adalah momentum kembalinya manusia pada keadaan suci tanpa dosa setelah sebulan penuh digembleng dalam “laboratorium spiritual” Ramadhan.
“Kemenangan hari ini bukan karena kita kembali makan di siang hari, tapi karena kita telah berhasil menginstal ulang (re-install) sistem ketakwaan di dalam hati,” ujar Fajar,
Selaras dengan nasehat pusat yang menekankan perubahan akhlak pasca-puasa. Ia mengajak jemaah berkomitmen menjaga kesucian tersebut dalam perilaku sehari-hari.
Suasana khidmat semakin terasa saat Wakil Ketua DPW LDII Kalsel, H. Surowo, SH., MM., memberikan sambutan yang menyoroti tantangan di era digital. Ia mengingatkan bahwa interaksi di media sosial ibarat dua mata pisau yang bisa berujung pahala atau dosa.
“Implementasi takwa di masa kini adalah bijak bermedia sosial. Gunakan tulisan dan kalimat yang santun, perhatikan tata krama serta etika,” tegas H. Surowo.
Pesan ini memperkuat instruksi DPP LDII agar warga menjadikan Idul Fitri sebagai hari “Gencatan Senjata Jempol” dari segala pertikaian duniawi.
Warga diingatkan agar pahala puasa tidak hangus terbakar hanya karena satu unggahan hoaks atau caci maki di ruang digital.
H. Surowo berharap agar seluruh ibadah yang telah dilakukan selama Ramadhan diterima oleh Allah SWT dan membawa keberkahan bagi masyarakat Banjarbaru pada khususnya, serta bangsa Indonesia pada umumnya. (Lines Banjarbaru)




