Tanah Laut (29/3) – Sampai menjelang magrib hasil pengamatan hilal dari Tim Rukyatul Hilal Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Provinsi Kalimantan Selatan belum terlihat.
Pengamatan hilal dilakukan Tim Rukyatul Hilal DPW LDII Kalsel meliputi tiga wilayah di kabupaten Tanah Laut, Tanah Bumbu dan Kotabaru.
“Kami DPW LDII Kalsel melakukan pengamatan hilal di 3 titik lokasi yaitu di Pantai Takisung Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten Tanah Bumbu, dan Bukit Mamake Kabupaten Kotabaru”, jelas Anton Kuswoyo Koordinator Tim Rukyatul Hilal DPW LDII Kalsel.
Anton memaparkan bahwa dari hasil pengamatan di 3 titik lokasi dilaporkan bahwa hilal tidak terlihat. ” Matahari tertutup mendung sehingga hilal tidak terlihat. Hal yang sama juga dilaporkan oleh Tim BHR Pemkab Tanah Laut, disaksikan oleh seluruh yang hadir, kurang lebih 20 orang.
Tim Rukyatul Hilal DPD LDII Kabupaten Tanah Laut (Tala) bersama Tim Badan Hisab Rukyat (BHR) Pemerintah Daerah Kabupaten Tanah Laut mengamati hilal penentuan 1 syawal 1446H. Pengamatan hilal dilakukan pada Sabtu 29 Maret 2025 di Pantai Takisung (60 km dari pusat Kota Pelaihari Kabupaten Tala).
Kegiatan pengamatan hilal rutin digelar oleh Tim BHR Pemda Tala bersama Kementerian Agama Kabupaten Tala, Pengadilan Agama, MUI, dan Ormas Islam termasuk LDII.
Pengamat dilakukan sejak pukul 18.00 WITA hingga menjelang maghrib waktu setempat. Pada saat pengamatan cuaca tampak cerah berawan.
Tim Rukyatul Hilal LDII Tala yang terdiri dari Anton Kuswoyo, Suseno, Moch Kharis Abdurrahman, dan Cucu Sulaiman ini tampak sigap menyiapkan peralatan berupa teropong bintang dan perlengkapan pendukung lainnya.
Kotabaru derajat hilal berada pada 0,011
Sementara Tim Rukyatul Hilal LDII Kotabaru Bersama Kementerian Agama Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan mengadakan kegiatan Rukyatul Hilal dalam rangka penentuan 1 syawal 1446 H. Berlokasi di Roop Top Gedung Majelis Taklim Ar-Rafiqul A’la milik Guru H. Syaiful anwar
Gedung Majelis Taklim Ar-Rafiqul A’la dipilih menjadi lokasi bukan tanpa alasan, disamping posisi nya yang berada pada ketinggian 40 meter dari permukaan laut, lokasi ini juga berada di tengah antara pegunungan dan laut sehingga mudah untuk melakukan kegiatan rukyat, seperti yang disampaikan oleh Guru Ipul di sela sela menunggu waktu rukyat.
Pemantauan dilakukan pada pukul 18.22 Wita dengan hasil derajat hilal berada pada 0,011 dan elongasi berada pada 3,45. hasil ini dipantau dan diketahui oleh ketua kementrian agama kotabaru Drs. H. A. Kamal, kemudian turut menyaksikan juga kepala pengadilan agama kotabaru M. Cusnul Huda dan juga Sekretaris DPD LDII Suryana.

Dengan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa Hilal pada tanggal 29 Maret 2025 pukul 18.22 wita belum terlihat di daerah kotabaru kalimantan selatan.
Kepala Kementrian Agama kotabaru menyampaikan bahwa tahun ini anggota pengamatan Rukyatul Hilal bertambah dengan adanya tim rukyat dari LDII dan hal ini sangat baik karena menggambarkan hubungan kerjasama yang baik dalam menjalankan kegiatan rukyatul hilal.
Ia berharap LDII bisa hadir setiap tahun dalam kegiatan serupa.
Sekretaris DPD LDII Kabupaten Kotabaru, Suryana,SE,MM dalam kesempatan yang sama juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada kementrian agama kabupaten kotabaru yang telah mengundang tim rukyat LDII dalam kegiatan rukyatul hilal 1 syawal 1146 H yang juga merupakan bagian dari program kegiatan LDII Kabupaten Kotabaru. (Kus/lines kotabaru)
