Jakarta (8/4) — Gagasan pengembangan sorgum dari Kalimantan Selatan mengemuka dalam forum Munas X LDII 2026 yang berlangsung di Jakarta, Senin (7/4/2026). Berangkat dari pengalaman di lapangan, DPW LDII Kalsel mendorong agar program tersebut tidak berhenti sebagai percontohan, melainkan berkembang menjadi gerakan nyata ketahanan pangan.
Pengalaman itu datang dari Kabupaten Tanah Laut. Di wilayah tersebut, warga LDII memanfaatkan lahan tidur untuk ditanami sorgum. Hasilnya menunjukkan capaian yang menggembirakan, dengan produktivitas biji sorgum sekitar 4 ton per hektare. Sebelumnya di Tanah Laut juga telah sukses diuji coba pada lahan bekas tambang batubara.
Ketua DPW LDII Kalimantan Selatan, Dedi Supriatna, menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa lahan yang selama ini dianggap tidak produktif masih memiliki potensi besar jika dikelola dengan tepat.
“Ini bukan sekadar uji coba. Kami melihat ada potensi yang bisa dikembangkan lebih luas, terutama untuk mendukung ketahanan pangan,” ujarnya.
Menurutnya, kesiapan di daerah sebenarnya sudah terbentuk. Lahan tersedia, sumber daya manusia juga siap. Yang masih menjadi perhatian adalah penguatan dukungan, khususnya pada sarana dan prasarana produksi.
Dalam forum yang turut menghadirkan Prof. Dr. Drs. Akmal Malik, M.Si. Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum, Kemendagri yang menyampaikan materi mengenai peran organisasi kemasyarakatan dalam pembangunan nasional menjadi salah satu fokus utama. Hal tersebut dinilai sejalan dengan inisiatif yang dibawa LDII Kalsel.
Dedi pun mengusulkan agar pengembangan sorgum tidak berhenti pada skala percontohan, tetapi dapat didorong menjadi gerakan yang lebih luas dengan dukungan pemerintah daerah. Dukungan yang dimaksud mencakup alat mesin pertanian, pengolahan lahan, hingga penanganan pascapanen.
“Kalau ini dikerjakan bersama, dampaknya bukan hanya untuk LDII, tetapi juga masyarakat luas,” katanya.
Dorongan tersebut menjadi penegasan bahwa inisiatif dari daerah memiliki peluang untuk berkembang di tingkat nasional. Dari lahan bekas tambang di Tanah Laut, pengembangan sorgum kini diarahkan menjadi bagian dari solusi nyata dalam memperkuat ketahanan pangan ke depan.(Lines Kalsel)



