Hulu Sungai Utara (21/3) – Suasana sejuk menyelimuti Desa Sei Karias, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) pada Sabtu pagi (21/3). Meski langit sedikit redup, hal tersebut tak menyurutkan langkah ratusan warga LDII HSU untuk memadati halaman Masjid Rhoudhatul Hidayah guna menunaikan Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah.
Perayaan ini selaras dengan pengumuman resmi Menteri Agama RI, Prof. Nasaruddin Umar, yang menetapkan hari kemenangan jatuh pada hari Sabtu. Kehangatan ukhuwah langsung terasa saat warga dari berbagai penjuru komplek perumahan datang berbondong-bondong sejak fajar menyingsing.
Tepat pukul 07.15 WITA, Shalat Id dimulai dengan khusyuk di bawah bimbingan Nasirudin Arif yang bertindak sebagai Imam sekaligus Khatib. Dalam khutbahnya, Nasirudin mengingatkan jemaah bahwa kemenangan sejati bukan sekadar perayaan, melainkan manifestasi kesalehan dalam kehidupan sehari-hari.
“Idul Fitri adalah momentum kembali ke fitrah kesucian. Kemenangan ini harus kita wujudkan dalam bentuk kesalehan sosial, rajin bersedekah, saling memaafkan, dan yang tak kalah penting: jangan memubazirkan makanan yang dihidangkan,” pesan Nasirudin dengan tegas.
Senada dengan pesan khatib, Ketua DPD LDII HSU, Lukman Irianto, S.Pd., menekankan bahwa Idul Fitri adalah gerbang ujian baru untuk mempertahankan capaian selama bulan suci. Ia menyinggung mengenai tantangan “5 Sukses Ramadhan” yang telah dijalani warga LDII selama sebulan penuh.
“Warga LDII hendaknya merayakan Idul Fitri dengan tetap menjaga toleransi dan menghindari euforia yang berlebihan. Tetap tanamkan karakter luhur dalam diri masing-masing orang iman,” ujar Lukman di sela-sela kegiatan.
Kehadiran warga dari berbagai latar belakang ekonomi dan sosial di halaman Masjid Rhoudhatul Hidayah menjadi potret nyata kekompakan warga LDII di Hulu Sungai Utara. Tidak ada sekat pembatas; yang ada hanyalah jabat tangan hangat dan senyum syukur setelah sebulan penuh menempa diri.
Perayaan Idul Fitri 1447 H ini ditutup dengan ramah tamah antarwarga, memperkokoh ukhuwah Islamiyah di Bumi Antasari. Harapannya, semangat kesederhanaan dan kepedulian sosial yang digaungkan hari ini terus menetap hingga Ramadhan-Ramadhan berikutnya. (Ngt)





