Tapin (4/5) – Dalam upaya memperdalam pemahaman mengenai syariat kesucian diri, DPD LDII Tapin menggelar pengajian khusus wanita di Masjid As-Shidiq, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, Minggu (3/5).
Kegiatan yang mengusung tema “Menjaga Kesucian dan Bab Haid, Istihadhoh” ini menyasar para ibu dan remaja putri dari berbagai wilayah di Kabupaten Tapin. Tercatat, peserta datang dari PC Tapin Utara, PC Binuang, PAC A. Yani Pura, PAC Pulau Pinang, PAC Pantai Cabe, hingga PAC Sabah.
Suasana masjid yang sejuk di pagi hari tidak menyurutkan antusiasme ratusan jamaah yang hadir. Acara dibuka oleh Ibu Hj. Sri Wahyuningsih, S.Pd., dan dilanjutkan dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang menambah kekhidmatan suasana.
Hadir memberikan materi dari Dewan Penasihat Departemen Perempuan DPD LDII Banjarbaru, Ibu Nurlina, yang menekankan bahwa menjaga kesucian (taharah) bukan sekadar rutinitas, melainkan syarat sahnya ibadah yang berdampak pada kehidupan akhirat.
“Pakaian, rumah, bahkan masjid harus sama-sama kita jaga kesuciannya. Jika tidak dijaga, hal ini bisa menjadi beban pertanggungjawaban di akhirat kelak. Oleh karena itu, cara membersihkan najis harus dipelajari secara rinci sejak usia dini,” tegas Ibu Nurlina.

Tak hanya teori, panitia juga menggelar sesi praktik langsung tata cara mensucikan berbagai jenis najis sesuai syariat di hadapan audiens. Hal ini bertujuan agar para peserta, terutama remaja putri, memiliki gambaran konkret dan tidak keliru dalam mempraktikkannya di rumah.
Di sisi lain, Ibu Hj. Tri Rini Ningrum memberikan materi mendalam mengenai siklus biologis perempuan, yakni haid dan istihadhoh. Ia mengakui bahwa hukum mengenai darah perempuan memang memiliki aturan yang cukup detail.
“Perempuan itu unik dan hebat. Allah memberikan siklus menstruasi yang berbeda-beda, nifas saat melahirkan, hingga istihadhoh. Semuanya sudah diatur dalam Al-Qur’an dan Hadis,” ujar Hj. Tri Rini.
Ia juga memotivasi para peserta agar tidak menganggap aturan tersebut sebagai beban. “Mungkin terasa rumit, tapi jika kita jalani dengan ikhlas karena Allah, setiap detiknya akan menjadi lipatan pahala,” tambahnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum bagi perempuan LDII di Kabupaten Tapin untuk lebih mandiri dalam menjaga kesucian diri, keluarga, dan lingkungan. Pengetahuan yang mumpuni mengenai fikih wanita dianggap sebagai fondasi penting dalam membangun keluarga yang religius.
Acara yang berlangsung penuh semangat ini ditutup dengan doa bersama dan sesi ramah tamah antar-pengurus dan peserta pada siang hari. (Lines Tapin)



