Kotabaru (11/7) – Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Kotabaru terus mematangkan kualitas dan kompetensi generasi mudanya. salah satunya diwujudkan melalui rangkaian program Perkemahan Akhir Tahun Ajaran Cinta Alam Indonesia (Permata CAI) ke-47 yang berlangsung selama tiga hari, sejak Rabu hingga Jumat (8–10 Juli 2026).
Sedikitnya 50 orang peserta yang merupakan utusan dari berbagai Pimpinan Cabang (PC) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Kotabaru ditantang untuk mempraktikkan dan mempresentasikan hasil Focus Group Discussion (FGD).
Tidak sekadar berdiskusi biasa, para peserta diwajibkan membedah problematika menggunakan metode analisis manajerial yang presisi, yaitu Diagram Fishbone (Tulang Ikan).
Kegiatan ilmiah yang berfokus pada pemecahan masalah (problem solving) tersebut dipusatkan di Wisma Tamu Lantai 3, Pondok Pesantren At-Taqwa Kotabaru, Desa Sebelimbingan, Kecamatan Pulau Laut Utara. Kegiatan ini dipantau dan dihadiri langsung oleh Wakil Pembina DPD LDII Kotabaru, Suparjiyana.
Sekretaris DPD LDII Bumi Saijaan sekaligus narasumber utama kegiatan, Suryana, menjelaskan bahwa simulasi FGD berbasis diagram tulang ikan ini sengaja dirancang untuk melatih kepekaan dan daya kritis para pemuda.
Melalui metode ini, mereka diajak menggali persepsi secara mendalam, mengidentifikasi akar penyebab masalah secara terstruktur, hingga mampu merumuskan solusi yang taktis dan aplikatif terhadap suatu isu sosial.
“Melalui metode analitis seperti ini, kami berharap peserta tidak hanya cerdas secara intelektual di atas kertas, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang profesional, religius, mandiri, serta memiliki karakter luhur dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Suryana di sela-sela kegiatan.
Ajang ini pun disambut dengan antusiasme tinggi dari seluruh peserta yang terbagi ke dalam empat kelompok kerja. Setelah melewati proses penilaian dan pemaparan yang ketat di hadapan dewan juri, Kelompok Dua yang dipimpin Anas Rizqillah akhirnya berhasil keluar sebagai pemenang dengan predikat presentasi terbaik.
Pihak fasilitator memberikan apresiasi tinggi atas keberanian, mentalitas, serta ketajaman analisis yang disajikan oleh seluruh kelompok sepanjang kompetisi.
Melalui bekal kurikulum taktis di Permata CAI ke-47 ini, para generasi muda diharapkan siap menjawab tantangan zaman dan mampu memberikan kontribusi positif yang nyata di tengah-tengah masyarakat. (Mhm)



