• DPP LDII Official Website
  • Tentang LDII
  • Home
  • Tentang LDII
  • Susunan Pengurus
  • Rubrik
  • Kontak
No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang LDII
  • Susunan Pengurus
  • Rubrik
  • Kontak
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Prestasi

Teliti Sorgum di Lahan Pascatambang Batubara, Ketua DPD LDII Tanah Laut Raih Gelar Doktor di IPB

0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Tanah Laut (7/7) – Sejak tahun 2023 Ketua DPD LDII Tanah Laut, Anton Kuswoyo, mulai menaruh perhatian besar pada tanaman sorgum. Bagi Anton, sorgum bukan hanya tanaman alternatif, tetapi memiliki potensi besar untuk menjawab beberapa persoalan penting sekaligus, yaitu ketahanan pangan, penyediaan pakan ternak, serta pemanfaatan lahan marginal yang selama ini dianggap kurang produktif.

Ketekunan Anton dalam meneliti sorgum berangkat dari kondisi nyata di Kalimantan Selatan, khususnya Kabupaten Tanah Laut, yang memiliki banyak lahan pascatambang batubara. “Lahan seperti ini umumnya dikenal kering, masam, miskin unsur hara, dan sulit dimanfaatkan untuk pertanian. Namun, melalui pendekatan ilmiah, pengelolaan tanah yang tepat serta penggunaan teknologi pembenah tanah, lahan tersebut masih memiliki peluang besar untuk dipulihkan menjadi lahan produktif,” ujar Anton, Minggu (5/7/2026).

Ia percaya, lahan pascatambang tidak harus selamanya menjadi lahan rusak dan tidak produktif. Melalui teknologi rehabilitasi tanah yang tepat, lahan tersebut dapat kembali dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendukung pemulihan lingkungan.

Berdasarkan hasil penelitiannya, lahan pascatambang batubara dapat dipulihkan melalui penggunaan bahan pembenah tanah dengan dosis yang tepat. Beberapa bahan yang digunakan antara lain asam humat, dolomit, dan kompos. Ketiga bahan ini memiliki peran penting dalam memperbaiki kondisi tanah, mulai dari menurunkan tingkat keasaman, memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kandungan bahan organik, hingga meningkatkan ketersediaan unsur hara bagi tanaman.

Melalui perlakuan tersebut, tanah pascatambang yang awalnya tandus, masam, miskin unsur hara, dan sulit ditanami secara bertahap mengalami perbaikan kualitas. Asam humat meningkatkan kapasitas tanah dalam menyimpan dan menyediakan unsur hara, dolomit berfungsi menetralkan keasaman tanah, sedangkan kompos memperbaiki struktur tanah sekaligus menambah kandungan bahan organik. Dengan kombinasi dan dosis yang sesuai, lahan yang sebelumnya dianggap tidak produktif ternyata mampu menjadi media tumbuh yang baik bagi tanaman sorgum.

Hasil riset Anton membuktikan bahwa sorgum dapat dibudidayakan di lahan pascatambang batubara dan menghasilkan biomassa yang berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber hijauan pakan bagi ternak ruminansia, khususnya kambing dan sapi.

Hal ini sejalan dengan fokus penelitiannya yang mengkaji potensi sorgum sebagai hijauan pakan berenergi tinggi sekaligus sebagai solusi pemanfaatan lahan pascatambang batubara menjadi kawasan produktif yang bernilai ekonomi dan berkelanjutan.

Politeknik Negeri Tanah Laut juga mencatat prestasi Anton melalui karya ilmiah berjudul “Kajian Agronomi dan Nutrisi Sorgum Hijauan Pakan Berenergi Tinggi di Lahan Pascatambang Batubara sebagai Produk Unggulan Kalimantan Selatan” yang berhasil meraih Juara I Lomba Karya Tulis Ilmiah Tahun 2025 tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.

Kiprah Anton di bidang sorgum tidak berhenti pada aspek budidaya. Ia memandang sorgum sebagai tanaman multiguna. Bijinya dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan alternatif, sedangkan batang dan daunnya memiliki potensi besar sebagai hijauan pakan ternak. Gagasan tersebut kemudian dikembangkan lebih mendalam dalam penelitian doktoralnya pada Program Studi Ilmu Nutrisi dan Pakan, IPB University.

Dalam salah satu kesempatan, Anton menjelaskan bahwa risetnya juga mengkaji strategi budidaya sorgum serta pemanfaatannya bersama tumbuhan lokal dan limbah pertanian sebagai pakan kambing. Dengan demikian, satu komoditas mampu memberikan manfaat ganda, yakni sebagai sumber pangan sekaligus sumber pakan.

Sebagai dosen Politeknik Negeri Tanah Laut, Anton juga menunjukkan bahwa riset perguruan tinggi tidak boleh berhenti di ruang akademik semata. Penelitian harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan mendukung pembangunan daerah. Hal tersebut tercermin dari upayanya menjadikan sorgum sebagai komoditas yang relevan bagi Kalimantan Selatan untuk mendukung sektor pertanian, peternakan, dan rehabilitasi lahan pascatambang.

“Lahan bekas tambang tidak harus berakhir sebagai lahan mati, tetapi dapat diolah kembali menjadi ruang produktif melalui ilmu pengetahuan dan inovasi,” tegasnya.

Perjalanan panjang penelitian tersebut akhirnya mengantarkan Anton meraih gelar Doktor pada bidang Ilmu Nutrisi dan Pakan, IPB University. Pada Selasa (30/6/2026), hasil penelitiannya dipresentasikan dan dipertahankan dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor di Aula Fakultas Peternakan IPB.

Penelitian disertasi tersebut dilaksanakan di lahan reklamasi pascatambang batubara PT Arutmin Indonesia Tambang Asamasam, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Lokasi tersebut dipilih karena merepresentasikan karakteristik lahan pascatambang yang memiliki tingkat keasaman tinggi, kandungan unsur hara rendah, serta membutuhkan teknologi rehabilitasi agar dapat kembali dimanfaatkan sebagai lahan produktif.

Dalam paparannya, Anton menyampaikan tiga novelti utama hasil penelitiannya, yaitu: (1) pengembangan formulasi amelioran berbahan baku lokal yang terdiri atas asam humat, dolomit, dan kompos; (2) pengembangan model integratif rehabilitasi lahan pascatambang melalui sinergi amelioran lokal, pupuk nitrogen (urea), dan fungi mikoriza arbuskula (FMA); serta (3) pengungkapan mekanisme adaptasi dan respons fisiologis tiga varietas sorgum, yaitu Bioguma-2, Samurai-1, dan Samurai-2, terhadap interaksi amelioran lokal, dosis urea, dan FMA pada lahan pascatambang batubara sebagai dasar ilmiah dalam penyusunan paket teknologi budidaya sorgum berkelanjutan untuk penyediaan hijauan pakan.

Anton menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT Arutmin Indonesia Tambang Asamasam yang telah memberikan dukungan selama pelaksanaan penelitian. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri menjadi faktor penting dalam menghasilkan riset yang tidak hanya memiliki nilai akademik, tetapi juga mampu memberikan solusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada PT Arutmin Indonesia Tambang Asamasam atas kesempatan, dukungan, serta fasilitas yang diberikan selama pelaksanaan penelitian di lahan reklamasi pascatambang. Sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri seperti ini sangat penting dalam menghasilkan inovasi berbasis riset yang dapat diterapkan secara nyata untuk mendukung rehabilitasi lahan, pengembangan pertanian berkelanjutan, serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkap Anton.

Turut hadir sebagai salah satu penguji luar komisi, Direktur Politeknik Negeri Tanah Laut, Dr. Ir. Meldayanoor, S.Hut., M.S. Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan apresiasi atas capaian akademik sekaligus kontribusi nyata yang dihasilkan dari penelitian tersebut.

“Saya mengucapkan selamat kepada Dr. Anton Kuswoyo atas keberhasilannya meraih gelar doktor. Penelitian yang beliau lakukan tidak hanya memiliki kontribusi ilmiah yang kuat, tetapi juga memberikan solusi nyata bagi permasalahan daerah, khususnya rehabilitasi lahan pascatambang batubara dan pengembangan komoditas sorgum sebagai sumber pangan dan pakan. Kami berharap hasil riset ini dapat terus dikembangkan menjadi inovasi terapan yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat, dunia industri, dan pembangunan Kalimantan Selatan,” ujar Dr. Meldayanoor.

Ia menambahkan, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa dosen Politala mampu menghasilkan penelitian yang berkualitas, relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah, serta berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional. Menurutnya, Politala akan terus mendorong budaya riset yang berorientasi pada penyelesaian persoalan nyata masyarakat melalui inovasi, kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri, serta hilirisasi hasil penelitian agar memberikan dampak yang lebih luas bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.(Lines Tanah Laut)

Previous Post

Buka CAI ke-47 Pemuda LDII, Bupati Tabalong Tegaskan Pentingnya Karakter Religius

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pos Terbaru

Teliti Sorgum di Lahan Pascatambang Batubara, Ketua DPD LDII Tanah Laut Raih Gelar Doktor di IPB

Teliti Sorgum di Lahan Pascatambang Batubara, Ketua DPD LDII Tanah Laut Raih Gelar Doktor di IPB

July 7, 2026
Buka CAI ke-47 Pemuda LDII, Bupati Tabalong Tegaskan Pentingnya Karakter Religius

Buka CAI ke-47 Pemuda LDII, Bupati Tabalong Tegaskan Pentingnya Karakter Religius

July 7, 2026
Perkuat Silaturahim dan Karakter Luhur, Puluhan Pelatih Persinas ASAD Banjarbaru-Banjar Gelar Latihan Bersama

Perkuat Silaturahim dan Karakter Luhur, Puluhan Pelatih Persinas ASAD Banjarbaru-Banjar Gelar Latihan Bersama

July 6, 2026

Tagline

8 bidang pengabdian LDII akhlakul karimah Anies Baswedan Chriswanto Santoso Covid-19 DPD LDII Gresik Ekoteologi FKUB Halal Bihalal Hari Amal Bakti Kemenag Jawa Timur Kementerian Agama Bintan KPU LDII LDII Bandung LDII Bintan LDII untuk Bangsa Lembaga Dakwah Islam Indonesia MUI Bandung NKRI One Pesantren One Product PAC LDII Pabuaran Mekar Pancasila Pemilu Damai Ponpes Wali Barokah profesional religius program kampung iklim Rapat Kerja tanggulangi judi online Vaksin vaksinasi wabah Wisata

Categories

  • Berita Daerah
  • Berita Kegiatan
  • Berita Nasional
  • Ekonomi
  • Lintas Daerah
  • Muswil Ke-7 DPW LDII Kalsel
  • Nasehat
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Prestasi
  • Uncategorized
  • Home
  • Tentang LDII
  • Susunan Pengurus
  • Rubrik
  • Kontak

© 2021 Managed by DPP LDII

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang LDII
  • Susunan Pengurus
  • Rubrik
  • Kontak

© 2021 Managed by DPP LDII