Banjarbaru (6/7) — Guna memperkuat kerukunan, kekompakan, dan kualitas para instruktur, Pengurus Persinas ASAD Kota Banjarbaru menggelar latihan bersama di kawasan Galam Rabah, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, pada Minggu (5/7).
Kegiatan ini diikuti oleh puluhan pelatih lintas wilayah yang berasal dari Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru. Selain menjadi ajang asah teknik, agenda ini dirancang sebagai wadah konsolidasi organisasi.
Ketua Persinas ASAD Kota Banjarbaru, Aris Julianto, menegaskan bahwa esensi dari kegiatan ini melampaui sekadar latihan fisik biasa. Latihan bersama ini diposisikan sebagai momentum penting untuk mempererat hubungan emosional antar-pelatih.
“Kegiatan ini bukan hanya sekadar latihan, tetapi juga momen untuk memperkuat silaturahmi antar-pelatih dan meningkatkan kualitas masing-masing,” ujar Aris di sela-sela kegiatan.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan keterbukaan informasi, Aris juga memberikan atensi khusus kepada para pelatih generasi baru. Ia mengingatkan agar para arsitek strategi silat ini tetap teguh memegang prinsip dan asas pencak silat.
“Zaman yang semakin canggih ini, para pelatih khususnya para pelatih muda jangan mudah terpengaruh, apalagi terlibat dengan pergaulan bebas di luar sana,” pesan Aris dengan tegas.
Ia menambahkan, pencak silat bukan sekadar urusan fisik dan bela diri, melainkan media pembentukan moral. Melalui disiplin latihan, diharapkan dapat tumbuh 29 karakter luhur yang menjadi pondasi kuat bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan zaman.
Melalui agenda rutin seperti ini, Persinas ASAD Banjarbaru berkomitmen untuk terus berinovasi dan berkembang. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang organisasi untuk membawa seni bela diri pencak silat menuju masa depan yang lebih gemilang, baik di tingkat regional maupun nasional. (Lines Banjarbaru)



