Banjarbaru (13/7)– Menjelang momentum Indonesia Emas yang diprediksi terjadi pada tahun 2035 hingga 2040, penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul menjadi harga mati.
Menanggapi tantangan besar tersebut, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Banjarbaru secara masif terus meluncurkan berbagai program strategis yang berfokus pada pembinaan generasi muda.
Langkah nyata ini salah satunya diwujudkan melalui gelaran Perkemahan Akhir Tahun Ajaran (Permata) Cinta Alam Indonesia (CAI) ke-47. Kegiatan ini resmi dibuka di Padepokan Persinas ASAD, Loktabat, Kota Banjarbaru, pada Kamis (9/7).
Bukan sekadar mengejar kecerdasan intelektual, LDII menitikberatkan perhatiannya pada pembentukan generasi yang memiliki akhlakul karimah (akhlak mulia) dan karakter luhur demi menjawab tantangan global.
Pembina DPD LDII Kota Banjarbaru, H. Endang Sumarna, S.Sos., M.MA., menegaskan bahwa generasi muda yang berakhlak mulia, berkarakter luhur, dan berdaya saing merupakan aset mutlak yang harus dimiliki oleh generasi penerus (generus).
“LDII sangat peduli terhadap lahirnya generasi muda yang unggul berkarakter luhur. Di era terjadinya banyak kemaksiatan dan kejahatan yang ada di kalangan generus saat ini, diperlukan generasi yang berakhlak luhur, memiliki keimanan, serta ketakwaan yang tinggi. Namun tidak cukup itu, mereka juga harus bisa menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), serta memiliki sifat yang mandiri,” ujar Endang saat membuka acara.
Lebih lanjut, Endang mengingatkan bahwa dalam menghadapi persaingan global yang semakin ketat, aspek spiritual dan akademis harus berjalan seimbang dan tidak boleh timpang sebelah. Keduanya merupakan pilar utama agar pemuda lokal tidak hanya menjadi penonton di rumah sendiri saat Indonesia mencapai puncak bonus demografi nanti.
“Pengetahuan dan ketakwaan itu harus seimbang. Hati yang takwa itu adalah fondasinya, tapi di atas fondasi itu, generus muda kita harus mutlak menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Tanpa ilmu, mereka akan tertinggal dan hanya jadi penonton di negara sendiri pada tahun 2035 atau 2040 nanti,” Pungkasnya (Lines Banjarbaru)





