Tanah Laut (25/8) – Mempersiapkan generasi penerus yang sehat dan cerdas tidak bisa dilakukan secara instan saat masa kehamilan tiba.
Menyadari pentingnya intervensi sejak dini, Pimpinan Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonesia (PC LDII) Kecamatan Kintap menggelar “Sosialisasi Parenting Pencegahan Stunting” yang menyasar 100 remaja putri se-Kecamatan Kintap pada Sabtu (22/8).
Kegiatan ini secara khusus memfokuskan materinya pada edukasi komprehensif bagi calon ibu muda. Sepanjang acara, ratusan peserta mendapatkan pembekalan mendalam terkait tiga materi utama:
- Pemenuhan Gizi Seimbang: Mengedukasi remaja putri tentang asupan nutrisi yang tepat sejak masa pertumbuhan untuk mencegah anemia dan kurang energi kronis, yang kerap menjadi pemicu utama stunting pada bayi.
- Kesiapan Fisik dan Mental Pranikah: Menekankan pentingnya kematangan reproduksi fisik serta kesiapan psikologis remaja sebelum memutuskan untuk membina rumah tangga dan menjadi seorang ibu.
- Pola Pengasuhan (Parenting) yang Tepat: Memberikan pemahaman dasar mengenai cara merawat, memberikan ASI eksklusif, hingga merangsang tumbuh kembang anak pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Kepala Seksi Kemasyarakatan Kecamatan Kintap, Mahrip, yang hadir membuka acara, membenarkan urgensi dari materi yang dibawakan. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pemahaman gizi dan pola asuh sejak usia remaja adalah fondasi utama menekan risiko stunting di masa depan.
Kekuatan materi dan tujuan mulia kegiatan ini sukses menarik perhatian serta dukungan lintas sektor.
Hal ini terlihat dari jajaran tamu undangan yang hadir, mulai dari Camat Kintap, perwakilan Polsek, Koramil, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kantor Urusan Agama (KUA), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), penyuluh Keluarga Berencana (KB), kader Posyandu, hingga Kepala Desa Pandan Sari.
Ketua Panitia Pelaksana, Arina, menyampaikan apresiasi tingginya atas antusiasme para peserta yang bersemangat menyerap materi, serta dukungan penuh dari jajaran pemerintah.
Sinergi antara LDII, pemerintah kecamatan, tokoh agama, dan tenaga kesehatan melalui edukasi sejak dini ini diharapkan mampu menjadi langkah mitigasi yang efektif.
Ke depannya, remaja-remaja putri ini diharapkan bertransformasi menjadi ibu yang cerdas, sekaligus mempercepat terwujudnya masyarakat Kecamatan Kintap yang sepenuhnya bebas dari belenggu stunting. (Rzq)




