Kotabaru (25/8) – Semangat gotong royong terasa di pesisir Pantai Batu Jodoh pada Minggu (23/8) pagi. Pimpinan Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonesia (PC LDII) Kecamatan Pulaulaut Utara bersama jajaran pemerintah setempat, menggelar aksi kerja bakti membersihkan area wisata pesisir tersebut.
Camat Pulaulaut Kepulauan, Hamdi, dan Kepala Desa Teluk Aru, Jalamin, beserta 60 warga turun tangan membawa alat kebersihan, menyisir pantai, dan memungut sampah secara komunal.
Kegiatan gotong royong ini bagian dari program kerja bakti nasional LDII. Aksi ini digelar serentak di seluruh wilayah selama satu bulan penuh, mulai 1 hingga 31 Agustus 2026, sebagai bentuk partisipasi aktif masyarakat dalam menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Bidang KIM LDII Kotabaru, Nur Abdul Rozaq, menyampaikan bahwa gotong royong ini sengaja dihidupkan dan disebarkan hingga ke tingkat akar rumput. Mengingat luasnya wilayah Kotabaru, instruksi pelestarian lingkungan tingkat nasional ini diteruskan hingga ke Pimpinan Anak Cabang (PAC) di seluruh pelosok Bumi Saijaan.
“Sebelumnya kami juga sudah melaksanakan gotong royong serupa di Desa Gunung Sari yang juga merupakan rangkaian dari program ini,” ujar Rozaq di sela-sela kegiatan, Minggu (23/8).
Momen kebersamaan tersebut juga dimanfaatkan Rozaq untuk mempererat hubungan kelembagaan. Di hadapan Camat dan Kepala Desa yang turut membaur bersama warga, ia menitipkan jamaah LDII di wilayah tersebut agar terus dibina, sehingga seluruh kegiatan kemasyarakatan organisasi senantiasa sejalan dan mendukung program pemerintah daerah setempat.
Kepala Desa Teluk Aru, Jalamin, sangat mengapresiasi dedikasi warga lintas kecamatan yang rela meluangkan waktu untuk bergotong royong di kawasan wisata yang ia pimpin.
“Sebagai Kepala Desa, saya sangat terbantu dengan kegiatan ini. Pesan saya, semoga program ini berkelanjutan. Kami akan selalu mendukung kegiatan-kegiatan atau program yang ada di PC maupun PAC LDII di Teluk Aru,” tuturnya antusias.
Lebih lanjut, Jalamin berharap gerakan kebersihan kolektif ini bisa menjadi percontohan yang meluas. Ke depannya, ia mendambakan semangat gotong royong serupa dapat menyentuh area-area permukiman warga untuk membangun kesadaran gaya hidup bersih dari hulu. ( Lines Kotabaru)




