Kotabaru (7/9) – Guna memperkuat kapasitas teknis tim pengamat di daerah, DPD LDII Kotabaru mengutus Koordinator Tim Rukyat Hilal, Nur Abdul Rozaq, untuk mengikuti pelatihan privat penggunaan teleskop dan observasi astronomi.
Pelatihan intensif ini berlangsung selama tiga hari, yakni pada Kamis, Jumat, dan Senin (3, 4, dan 6 September 2026), bertempat di Observatorium Imah Noong, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Ketua DPD LDII Kotabaru, Drs. H. Murdianto, M.Si., menyampaikan bahwa program pelatihan tersebut dirancang khusus untuk meningkatkan presisi pengamatan di lapangan, terutama saat penentuan awal Ramadan, Idulfitri, dan Iduladha.
“Peningkatan kompetensi sangat krusial agar proses pengamatan hilal di daerah dapat memberikan data yang presisi, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan dalam Sidang Isbat,” ujar Murdianto.
Murdianto menegaskan bahwa LDII Kotabaru berkomitmen penuh mendukung pemerintah dan umat Islam melalui penyediaan sumber daya manusia yang terlatih di bidang hisab dan rukyat.
Nur Abdul Rozaq yang juga menjabat sebagai Kim LDII Kotabaru sekaligus utusan tunggal dalam pelatihan ini mengungkapkan bahwa ada dua jenis instrumen modern yang ia pelajari.
Ia menjelaskan bahwa jenis pertama adalah teropong portable model HScupe 70mm F/8.5 Veetisteel AZ yang dilengkapi Mount Skyhunter, portable AZ GOTO System, GSO 1.25″ Focal Resister 0.5x, serta kamera ZWO AS1462MC. Selain itu, ia juga mempelajari teropong canggih berbasis smart telescope merk Seestar S50 yang beroperasi secara penuh otomatis melalui aplikasi ponsel atau tablet.
Terkait materi yang didapat, Rozaq menuturkan bahwa selama tiga hari pelatihan, dirinya dibekali kombinasi teori dan praktik lapangan yang menyeluruh.
Ia memaparkan bahwa materi pertama mencakup teknik pengoperasian teleskop mulai dari perakitan, kalibrasi, hingga pengarahan posisi instrumen berbasis koordinat astronomis.
Lebih lanjut, Rozaq menyampaikan bahwa materi kedua berfokus pada penggunaan perangkat lunak pemetaan langit guna memprediksi ketinggian, posisi, dan tingkat visibilitas hilal.
Adapun materi ketiga, lanjutnya, membahas metode observasi langsung di mana ia dilatih melakukan pemantauan hilal baik secara visual bantuan alat maupun melalui teknik kamera astrofotografi.
Melalui pelatihan di observatorium ini, DPD LDII Kotabaru berharap hasil pengamatan hilal dari daerah ke depan dapat memberikan kontribusi nyata dan makin berkualitas bagi penetapan kalender Islam secara nasional. (Lines Kotabaru)



