Hulu Sungai Utara, (25/6) – Kesadaran orang tua Generus LDII Hulu Sungai Utara (HSU) terhadap pendidikan agama terus meningkat. Mereka memilih memondokkan putra-putrinya di Pondok Pesantren Al Hidayah Kota Banjarbaru agar kelak menjadi mubaligh dan mubalighot yang menguasai ilmu agama ( Alim/Faqih ) dan berkarakter luhur ( Makarimal Aklaq ) dan Mandiri.
Target utamanya adalah mencetak kader Dai & Daiyah yang siap membina umat dengan akhlak mulia.
Para santri HSU yang mondok di Al Hidayah mengikuti kurikulum intensif seperti tahfidz dan Tafsir Al-Qur’an, ilmu fikih, hadits/Sunnah, serta melatih diri untuk mebiasakan Makarimal akhlaq sebagai CM calon mubaligh/mubalighot.
Ustadz, Muhammad Wildan, salah seorang pengajar dan pembina di Ponpes Al Hidayah, menyampaikan apresiasinya,
“Alhamdulillah Alakuli Hall, anak-anak dari HSU punya semangat mencari ilmu yang luar biasa” jelasnya.
Di Ponpes Al Hidayah kami mengutamakan 3 hal: 1. mengaji sampai faham, 2. Makarimal Akhlak luhur, dan 3. Kemandirian.
InsyaAllah lulusan di sini siap jadi mubaligh-mubalighot yang bukan hanya mampu Da’wah, namun juga bermanfaat bagi Jama’ah Masyarakat, karena visi misinya Profesional Religius.
Ia menutuir hadits nabi “Sebaik-baiknya manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia (orang lain)”
“Tri Sukses yang di terapkan itu jadi ruh pendidikan kami setiap hari,” imbuh Wildani saat ditemui di sela kegiatan pengajian.
Salah satu wali Santri warga PAC LDII SEI Karias, Sofiani, ibu setengah baya yang akrab di panggil Umi, menyampaikan alasannya memondokkan anak.
“Sebagai orang tua kami ingin anak punya pondasi agama yang kuat sejak dini. Al Hidayah Banjarbaru dipilih karena pembinaannya lengkap: ngajinya faham, akhlaknya dijaga, dan anak diajarkan mandiri. Ini investasi akhirat kami. Semoga anak jadi mubaligh yang manfaat untuk keluarga dan masyarakat ,” ujar Sofiyani.
Ia menambahkan memondokkan anak di pesantren sangat tepat Karna kedisiplinan dan sistem pendidikannya sesuai Tri Sukses LDII.
“Kami titipkan anak ke Al Hidayah Banjarbaru karena yakin sistem pendidikannya sesuai Tri Sukses LDII. Anak tidak hanya paham agama, tapi juga diajarkan adab dan kemandirian. Harapan kami, kelak anak bisa jadi mubalig dan mubalighot yang berakhlak luhur dan bisa membina umat di Sei Karias,” tandas Sofiyani.
Sementara itu Ketua PC LDII Sei Karias, Kalseto, mengapresiasi langkah orang tua. “Ini investasi akhirat. Mondokkan anak di Al Hidayah Banjarbaru untuk dasar pemahaman agama dan pembinaan akhlaknya kuat. Mudah-mudahan lahir mubaligh-mubalighot HSU yang membawa manfaat,” katanya.
Program pemondokan Generus LDII HSU di Ponpes Al Hidayah Banjarbaru diharapkan terus berlanjut dan menjadi ladang amal bagi orang tua. Dengan pondasi Tri Sukses, diharapkan lahir generasi mubaligh-mubalighot HSU yang tidak hanya cerdas dalam ilmu agama, tetapi juga kuat akhlaknya untuk membina umat hingga akhir zaman. (Ngt)



