Tanah Laut (17/5) – Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Selatan bersama jajaran Polres Kabupaten Tanah Laut berhasil melaksanakan panen raya jagung serentak pada kuartal II tahun 2026. Dari kegiatan tersebut, total hasil panen mencapai 100 ton jagung. Capaian ini menjadi wujud nyata dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional, khususnya dalam menjaga ketersediaan komoditas pangan strategis di daerah.
Kegiatan panen raya dipusatkan di Desa Banyu Irang, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut. Lokasi ini merupakan lahan binaan Polres Tanah Laut dengan luas sekitar 5 hektare. Dari lahan tersebut, estimasi hasil panen mencapai 20 ton jagung. Sementara itu, tujuh kabupaten lainnya di Kalimantan Selatan turut berkontribusi melalui lahan seluas 20 hektare dengan total produksi sekitar 80 ton jagung.
Wakapolda Kalsel Brigjen Pol Dr. Golkar Pangarso Rahardjo Winarsadi menyampaikan bahwa hasil panen jagung tersebut dipersiapkan untuk mendukung kebutuhan cadangan jagung pipil kering. Nantinya, hasil panen akan disalurkan kepada Bulog, pabrik pakan ternak, serta peternak mandiri. Upaya ini diharapkan dapat membantu menjaga stabilitas pasokan sekaligus harga jagung di pasaran.
Panen raya jagung tersebut turut dihadiri tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat, termasuk Ketua DPD LDII Kabupaten Tanah Laut, Anton Kuswoyo. Anton Kuswoyo yang juga Sekretaris Umum Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Tanah Laut menyampaikan apresiasi atas inisiatif Polda Kalsel dan Polres Tanah Laut yang telah mengambil peran nyata dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
“Kami tentu sangat mendukung program ketahanan pangan yang dilaksanakan Polda Kalsel. Kegiatan panen raya jagung ini bukan hanya berdampak pada ketersediaan pangan, tetapi juga menjadi contoh kolaborasi yang baik antara pemerintah, aparat kepolisian, masyarakat, dan berbagai elemen organisasi. Ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama, sehingga setiap pihak perlu berkontribusi sesuai kapasitasnya,” ujar Anton Kuswoyo.
Menurutnya, program seperti ini perlu terus diperkuat karena memiliki dampak langsung bagi masyarakat, baik dari sisi ketersediaan bahan pangan, stabilitas harga, maupun peningkatan produktivitas pertanian lokal. Ia juga menilai bahwa Kabupaten Tanah Laut memiliki potensi besar sebagai salah satu daerah penyangga produksi jagung di Kalimantan Selatan.
“Tanah Laut memiliki potensi pertanian yang sangat baik. Karena itu, kami berharap program seperti ini dapat terus berkelanjutan dan melibatkan lebih banyak masyarakat, termasuk generasi muda, agar semakin peduli terhadap sektor pertanian dan ketahanan pangan,” tambahnya.
Sementara itu, Wakapolda Kalsel yang hadir mewakili Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan juga menyampaikan apresiasi kepada Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan. Apresiasi diberikan atas kontribusi besar Polres Tanah Laut, termasuk dalam pembelian jagung oleh Puskoppol Polres Tanah Laut. Wilayah ini dikenal sebagai salah satu sentra produksi jagung utama di Kalimantan Selatan.
Capaian panen ini menjadi sinyal positif bahwa program Ketahanan Pangan Polda Kalsel telah berjalan dengan baik dan memberikan hasil nyata. Hingga saat ini, serapan jagung ke Bulog tercatat mencapai 105,654 ton. Angka tersebut menunjukkan adanya peningkatan produksi sekaligus penyerapan hasil panen yang efektif dalam mendukung ketersediaan pangan di Kalimantan Selatan. (Lines Tanah Laut)




