Hulu Sungai Tengah (7/8) – Menjelang Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) menggelar aksi nasional gotong royong massal bertajuk “Kerja Bersama Bhakti Untuk Negeri”, Selasa (5/8).
Kegiatan yang terpusat di SDN 2 Pawalutan, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) ini melibatkan sekitar 120 peserta. Lokasi sekolah ini dipilih karena posisinya yang berada di perbatasan dan berdekatan langsung dengan wilayah Kabupaten Hulu Sungai Tengah.
Aksi bersih-bersih dan pembenahan lingkungan sekolah tersebut diikuti oleh warga LDII HST, pihak sekolah, serta berbagai elemen masyarakat sekitar. Kegiatan ini merupakan wujud nyata instruksi kerja bakti serentak yang diprogramkan secara berjenjang dari DPP, DPW, DPD, PC, hingga tingkat PAC LDII di seluruh Indonesia.
Ketua DPD LDII Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Ramli, menjelaskan bahwa aksi sosial ini dapat terlaksana berkat hubungan baik dan komunikasi intensif yang terus dibangun LDII dengan masyarakat, instansi pemerintah, serta aparat setempat.
“Pendidikan merupakan salah satu dari 8 Program Pengabdian Unggulan LDII untuk bangsa. Melalui kegiatan ini, kami berharap kerja sama antarelemen masyarakat terus terjalin demi mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi anak-anak kita,” ujar Ramli di sela-sela kegiatan.
Aksi tanggap lingkungan ini mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah. Nasrun, M.Pd., salah satu guru SDN 2 Pawalutan, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kepedulian warga LDII yang memiliki program terstruktur hingga ke tingkat tapak.
“Kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi kegiatan bakti sosial LDII yang terprogram dari pusat hingga daerah ini. Kehadiran warga LDII dan masyarakat sangat membantu sekolah kami. Kami berharap kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut di masa-masa yang akan datang,” ungkap Nasrun.
Melalui aksi gotong royong cross-wilayah ini, LDII HST berharap nilai-nilai kebersamaan dan jiwa nasionalisme dapat terus dipupuk, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan di daerah perbatasan menjelang hari kemerdekaan. (Lines HST)




