Kotabaru (17/10) – Perguruan Pencak Silat Nasional (Persinas) ASAD Kabupaten Kotabaru menunjukkan peran aktifnya dalam mendukung kemajuan olahraga beladiri daerah dengan mengirimkan kadernya mewakili Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Bumi Saijaan pada kegiatan Training of Trainers (TOT) Pelatih dan Wasit Juri Kelas III Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.
Kegiatan pelatihan dan sertifikasi yang diikuti sebanyak 59 peserta dari 13 kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan berlangsung selama 3 hari, terhitung sejak Jumat (09/10) hingga Minggu (11/10), bertempat di POP Hotel Banjarmasin.
Dalam ajang peningkatan kapasitas SDM ini, IPSI Kotabaru mempercayakan 4 utusan terbaik yang terdiri dari kolaborasi antarperguruan:
1. Ikhsan Abdul Dhohir (Persinas ASAD) – Peserta Pelatih
2. Mahmud Zainul Arifin (Persinas ASAD) – Peserta Wasit Juri
3. Sugiono (PSHT) – Peserta Wasit Juri
4. Rusdin (Tapak Suci) – Peserta Pelatih.
Kehadiran Persinas ASAD bersama perwakilan perguruan lainnya menjadi bukti sinergitas dan keharmonisan antarperguruan di bawah naungan IPSI dalam membina kualitas kepelatihan dan perwasitan.
Ketua Harian IPSI Kotabaru, Nur Abdul Rozaq, yang hadir dalam kegiatan itu menegaskan bahwa pengiriman utusan ini merupakan langkah strategis organisasi untuk memperkuat fondasi teknis pencak silat di Kabupaten Kotabaru.
”Pengiriman utusan pelatih dan wasit juri ini adalah komitmen IPSI Kotabaru dalam menyelaraskan pemahaman peraturan pertandingan serta regulasi terbaru dari PB IPSI. Kami berharap sekembalinya para peserta dari kegiatan ini, ilmu dan lisensi Kelas III Provinsi yang didapat dapat ditularkan kepada rekan-rekan pelatih maupun wasit di tingkat perguruan dan kecamatan,” ujar Rozaq mewakili Ketua IPSI Kotabaru, Tri Widodo.
Ia menambahkan bahwa peningkatan kompetensi pelatih dan wasit juri secara berkala sangat krusial demi melahirkan atlet-atlet berprestasi, objektif, dan bersaing sehat, baik di ajang daerah maupun nasional.
Sementara itu, Mahmud Zainul Arifin, selaku perwakilan utusan mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan untuk mengikuti sertifikasi perwasitan tingkat provinsi ini.
”Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada pengurus IPSI Kotabaru dan Persinas ASAD atas amanah ini. Selama 3 hari pelatihan, kami mendapatkan banyak pendalaman materi, terutama terkait pembaruan peraturan pertandingan resmi PB IPSI serta penerapan objektivitas dan ketegasan wasit juri di gelanggang,” ungkap Arifin, panggilan akrabnya.
Arifin menegaskan kesiapannya bersama seluruh tim utusan untuk mengaplikasikan ilmu yang didapat demi kemajuan pencak silat di daerah.
”Lisensi dan ilmu Kelas III Provinsi ini menjadi tanggung jawab moral bagi kami untuk memajukan kualitas penjurian dan kepelatihan di Kotabaru. Kami siap bersinergi mengawal berbagai event kejuaraan lokal agar berjalan lebih profesional, adil, dan melahirkan atlet-atlet yang siap bersaing di tingkat yang lebih tinggi,” pungkasnya.
Dengan rampungnya kegiatan sertifikasi ini, jajaran pelatih dan wasit juri Persinas ASAD bersama seluruh peserta utusan Kotabaru yang telah resmi terlisensi siap berkontribusi aktif dalam mengawal berbagai agenda kejuaraan serta pembinaan atlet pencak silatl mendatang. (Rzq)



