Yogyakarta (31/10) – Biro Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga (PPKK) DPW LDII Kalimantan Selatan memperluas wawasan pengembangan program pemberdayaan melalui kunjungan ke DPW LDII Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis (29/10/2026). Kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk mengenal program yang telah berjalan sekaligus menggali ide yang bisa dikembangkan sesuai potensi dan kebutuhan masyarakat di Kalimantan Selatan.
Rombongan Biro PPKK DPW LDII Kalsel dipimpin Ketua Biro PPKK, Hasanah Karnasuriatna. Kedatangan mereka diterima Jiwantoro yang mewakili pengurus DPW LDII Jogja. Dalam pertemuan tersebut, rombongan mendapat penjelasan mengenai sejumlah program pemberdayaan dan pola pembinaan yang dijalankan di wilayah DIY.
Jiwantoro menyampaikan apresiasi atas kunjungan rombongan DPW LDII Kalsel. Menurutnya, pertemuan tersebut bukan hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga kesempatan bagi kedua wilayah untuk saling berbagi pengalaman dan bertukar gagasan dalam mengembangkan organisasi.
“Kami berharap diskusi dan pertukaran pengalaman ini dapat memberikan manfaat nyata, sekaligus menjadi bahan evaluasi dan inspirasi dalam meningkatkan kualitas tata kelola organisasi,” ujarnya.
Ia juga berharap hubungan antara DPW LDII Kalsel dan DPW LDII Jogja semakin erat. Melalui komunikasi dan kerja sama antardaerah, pengalaman serta program yang dibagikan diharapkan bisa diterapkan sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.
Bagi Biro PPKK, kunjungan ini menjadi kesempatan untuk mendapatkan gambaran baru dalam mengembangkan kegiatan organisasi. Ruang lingkup PPKK sendiri mencakup pembinaan perempuan, penguatan ketahanan keluarga, hingga peningkatan kesehatan keluarga. Karena itu, program yang dijalankan perlu dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Dalam pemaparan program, salah satu hal yang menjadi perhatian adalah pentingnya menyesuaikan kegiatan dengan potensi sumber daya manusia dan kondisi masing-masing daerah. Pengembangan program tidak harus selalu sama di setiap wilayah. Kegiatan dapat disesuaikan dengan kebutuhan di tingkat kabupaten/kota hingga kecamatan.
Salah satu praktik pemberdayaan yang diperkenalkan dalam pertemuan tersebut adalah pengembangan ecoprint. Program ini disampaikan Ira, pengurus Biro PPKK DPW LDII Jogja yang juga merupakan pengrajin ecoprint lokal. Ia telah mengembangkan kegiatan tersebut melalui kolaborasi dengan masyarakat dan komunitas ecoprint lainnya.
Pengembangan ecoprint dengan memanfaatkan potensi lingkungan menjadi contoh bahwa pemberdayaan perempuan bisa dimulai dari keterampilan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Bahan alam dapat dimanfaatkan sebagai pewarna, sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan kreativitas dan menghasilkan karya bernilai.
Dari pemaparan tersebut, Biro PPKK LDII Kalsel mendapat gambaran bahwa program pemberdayaan perlu melihat kemampuan sumber daya manusia, potensi lokal, serta peluang kerja sama. Dengan begitu, kegiatan yang dijalankan tidak hanya sebatas program organisasi, tetapi juga dapat mendorong perempuan lebih produktif dan aktif di lingkungan masyarakat.
Ketua Biro PPKK DPW LDII Kalsel, Hasanah Karnasuriatna, menyambut baik kesempatan belajar langsung dari program yang telah berjalan di Jogja. Ia berharap pengalaman tersebut bisa menjadi inspirasi untuk mengembangkan kegiatan PPKK di Kalimantan Selatan.
“Harapannya, setelah kunjungan ini ada banyak ide dan wawasan baru yang bisa kami bawa pulang. Kami ingin kegiatan PPKK di Kalimantan Selatan semakin aktif dan produktif, serta bisa lebih banyak merangkul perempuan LDII agar kreatif dan ikut berperan dalam kegiatan pemberdayaan,” ungkapnya.
Pengalaman dari Jogja diharapkan menjadi bekal bagi Biro PPKK DPW LDII Kalsel untuk mengembangkan program yang sesuai dengan kebutuhan daerah. Dengan memanfaatkan potensi yang ada, kegiatan pemberdayaan perempuan diharapkan dapat memberi manfaat bagi penguatan keluarga dan masyarakat.(Lines Kalsel)




