Kotabaru (13/04) – Mengambil momentum hangatnya Syawal 1447 Hijriah (H) di akhir bulan, Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kabupaten Kotabaru pada Minggu (12/03) menggelar Pengajian Akbar sekaligus ajang silaturahim di Pondok Pesantren At-Taqwa, Jalan Sadewa, RT 04 RW 02, Desa Sebelimbingan, Kecamatan Pulaulaut Utara.
Sejak fajar menyingsing, ribuan warga dari berbagai Pimpinan Cabang (PC) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Kotabaru mulai memadati area pondok. Suasana kekeluargaan sangat terasa dengan tradisi berjabat tangan yang mewarnai setiap sudut lokasi acara.
Dewan Penasehat DPD LDII Kotabaru, H. Sugino, Darto, SE mengungkapkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan wadah untuk mengokohkan kerukunan antar-warga setelah merayakan Idulfitri. Materi kali ini menekankan pada pentingnya menjaga kualitas ketakwaan yang telah dibentuk selama bulan puasa.
“Bulan Syawal adalah bulan peningkatan. Melalui pengajian akbar ini, kita ingin memastikan bahwa semangat ibadah di bulan Ramadan tetap terjaga, sekaligus menjadi momen halal bihalal untuk mempererat tali silaturahim di antara ribuan jamaah,” terang H. Sugino saat memberikan tausiyah.

Ia juga mengajak jamaah untuk menignnkatkan kesalehan dengan tetap istiqomah dalam menjalankan ibadah sunnah di bulan Syawal.
Silaturahim sendiri imbuhnya, mampu menjadi pennghapus dosa antar-sesama manusia. Peningkatan kemandirian ekonomi dengan terus bekerja keras dan mandiri karena ha litu merupakan bagian dari ibadah.
Meskipun jamaah memadati tempat ayng disediakan panitia namun acara berlangsung dengan sangat tertib. Panitia dari unsur pemuda LDII, santri pondok dan siswa SMA Budi Utomo bersama SENKOM Mitra Polri setempat tampak sigap mengatur arus lalu lintas dan parkir di sekitar lokasi guna memastikan kenyamanan warga sekitar.
Acara diakhiri dengan doa bersama untuk memohon keberkahan bagi Kabupaten Kotabaru agar tetap aman, damai, dan sejahtera, dilanjut jamaah saling berbaur dalam ramah tamah sederhana, memperkuat ikatan emosional sebagai sesama warga Bumi Sa-Ijaan sebelum kembali ke kediaman masing-masing. (Rzq)




