Banjarmasin (15/4) – Ketua DPD LDII Kabupaten Tanah Laut, Anton Kuswoyo, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) se-Kalimantan Selatan yang digelar di salah satu hotel di Banjarmasin, Rabu (15/4/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Anton yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum FKUB Tanah Laut menyambut baik pelaksanaan rakor yang dinilai strategis dalam memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan, khususnya dalam menjaga kerukunan umat beragama di tengah dinamika global.
Rakor menghadirkan dua narasumber, yakni Prof. Dr. H. Mujiburrahman MA dan Ketua FKUB Kalimantan Selatan, Drs. H. M. Ilham Masykuri Hamdie, M.Ag.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kalimantan Selatan, Drs. Heriansyah, M.Si. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya menjaga kerukunan dan toleransi sebagai fondasi utama dalam mewujudkan kemajuan bangsa.
“Rakor ini menjadi komitmen bersama untuk terus memelihara kerukunan serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, sejalan dengan amanat Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 dan 8 Tahun 2006. Lebih khusus, Rakor kali ini mengangkat tema Sinergi Pemerintah dan FKUB dalam menghadapi krisis global,” ujarnya.
Sementara itu, Anton Kuswoyo menegaskan bahwa forum ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor, terutama dalam merespons dampak situasi global yang tidak menentu.
“Kami menyambut baik Rakor FKUB se-Kalimantan Selatan ini sebagai wadah strategis untuk mempererat sinergi antara pemerintah dan tokoh agama. Di tengah tantangan global yang semakin kompleks, peran FKUB menjadi sangat penting dalam menjaga kondusivitas daerah serta memperkuat toleransi,” ujarnya.
Anton juga menyoroti dampak konflik internasional terhadap kondisi dalam negeri.
“Krisis global akibat perang Amerika Serikat dan Israel versus Iran tentu sangat berdampak terhadap kondisi ekonomi dan sosial di Indonesia. Oleh sebab itu, pemerintah perlu menentukan skala prioritas dalam menjalankan kebijakan yang lebih pro rakyat, agar dampak tersebut dapat diminimalisir. Peran tokoh agama pun sangat diperlukan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi krisis global yang terjadi saat ini. Mengingat tokoh agama punya pengaruh besar di kalangan masyarakat” tambahnya.
Sejumlah analis menyebut konflik ini berpotensi memicu kenaikan harga energi, gangguan distribusi global, hingga tekanan inflasi yang berdampak pada banyak negara, termasuk Indonesia .
Rakor FKUB ini diharapkan mampu menghasilkan langkah konkret dalam memperkuat peran FKUB sebagai mitra strategis pemerintah, khususnya dalam menjaga harmoni sosial dan ketahanan nasional di tengah dinamika global yang terus berkembang. (Lines Tala)




