Yogyakarta (31/10) – Kolaborasi ant tenaga pendidik menjadi salah satu kunci dalam memperluas dukungan terhadap dunia pendidikan. Melalui komunitas dosen dan guru, potensi keilmuan dapat dihimpun untuk saling berbagi pengalaman sekaligus mendukung pembinaan generasi muda. Praktik pengembangan ekosistem pendidikan tersebut menjadi salah satu materi yang dipelajari Biro Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga (PPKK) DPW LDII Kalimantan Selatan saat melakukan kunjungan ke DPW LDII Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis (29/10/2026).
Dalam pertemuan tersebut, rombongan yang dipimpin Ketua Biro PPKK DPW LDII Kalsel, Hasanah Karnasuriatna, diterima Jiwantoro yang mewakili pengurus DPW LDII Jogja. Rombongan mendapat pemaparan mengenai pengelolaan organisasi, pengembangan komunitas pendidik, hingga dukungan pendidikan bagi mahasiswa.
Jiwantoro menyampaikan apresiasi atas kunjungan rombongan DPW LDII Kalsel. Ia menilai pertemuan antardaerah menjadi kesempatan untuk saling berbagi pengalaman dan memperkaya wawasan dalam pengembangan organisasi.
“Kami memandang kunjungan ini bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga momentum untuk saling berbagi pengalaman dan bertukar gagasan. Kemajuan organisasi membutuhkan komunikasi, kolaborasi, dan sinergi antardaerah. Semoga pengalaman yang dibagikan dalam pertemuan ini bisa memberikan manfaat bagi kedua wilayah,” ungkapnya.
Salah satu program yang menarik perhatian rombongan adalah pengembangan komunitas dosen dan guru. Berdasarkan pemaparan DPW LDII Jogja, komunitas dosen yang telah dihimpun berjumlah sekitar 27 orang. Sementara itu, komunitas guru SMP beranggotakan sekitar 18 orang. Penghimpunan tenaga pendidik dari jenjang lainnya masih terus dikembangkan.
Komunitas tersebut menjadi wadah untuk memperkuat komunikasi, berbagi pengalaman, dan membangun kerja sama antartenaga pendidik. Dengan latar belakang keilmuan yang beragam, para dosen dan guru memiliki potensi untuk saling mendukung dalam kegiatan pendidikan maupun pembinaan generasi muda.
Pengembangan komunitas dosen juga diarahkan untuk mendukung pendampingan mahasiswa. Salah satu gagasan yang disampaikan adalah menghubungkan mahasiswa dengan dosen sesuai bidang keilmuan masing-masing. Pendekatan ini membuka peluang agar mahasiswa memperoleh ruang konsultasi dan pengembangan pengetahuan yang lebih sesuai dengan jurusan yang ditempuh.
Selain itu, LDII Jogja turut memperhatikan kebutuhan mahasiswa dari luar daerah melalui keberadaan PPN Putra dan PPN Putri. Keduanya menyediakan fasilitas tempat tinggal bagi mahasiswa yang membutuhkan selama menempuh pendidikan di Yogyakarta.
Dalam sesi diskusi, rombongan Biro PPKK LDII Kalsel juga menggali informasi mengenai pendidikan nonformal, khususnya Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Jiwantoro menjelaskan bahwa DPW LDII Jogja belum memiliki PKBM yang secara khusus dikelola langsung oleh organisasi. Meski demikian, dukungan terhadap pendidikan tetap dikembangkan melalui komunitas pendidik, kegiatan pembelajaran, serta pemberdayaan masyarakat.
Ketua Biro PPKK DPW LDII Kalsel, Hasanah Karnasuriatna, menilai keberadaan komunitas dosen dan guru menjadi salah satu pengalaman menarik yang dapat dipelajari. Menurutnya, penghimpunan tenaga pendidik dalam satu wadah dapat membuka peluang kolaborasi sekaligus mengoptimalkan potensi sumber daya manusia di lingkungan organisasi.
“Menurut kami, keberadaan komunitas dosen dan guru ini menarik untuk dipelajari. Mereka memiliki latar belakang keilmuan yang berbeda, tetapi bisa dihimpun dalam satu wadah untuk saling berbagi dan mendukung kegiatan pendidikan. Ini menjadi salah satu hal yang bisa kami pelajari, terutama bagaimana potensi sumber daya manusia di lingkungan LDII dapat dimaksimalkan untuk mendukung pembinaan generasi muda,” ujarnya.
Pengalaman tersebut memberikan gambaran bahwa pengembangan pendidikan dapat dimulai dengan memetakan sumber daya manusia yang tersedia. Komunitas pendidik tidak hanya berfungsi sebagai wadah komunikasi, tetapi juga dapat menjadi penghubung antara keahlian para tenaga pendidik dengan kebutuhan pembinaan generasi muda.
Bagi LDII Kalsel, praktik tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan dalam melihat peluang pengembangan program pendidikan di daerah. Penerapannya tentu perlu disesuaikan dengan ketersediaan tenaga pendidik, kebutuhan mahasiswa, serta kondisi masing-masing wilayah.
Melalui kunjungan dan pertukaran pengalaman ini, Biro PPKK DPW LDII Kalsel memperoleh tambahan wawasan mengenai pentingnya membangun jejaring pendidik sebagai bagian dari penguatan pendidikan. Kolaborasi yang terarah diharapkan dapat membuka lebih banyak ruang bagi pengembangan potensi generasi muda dan mendukung keberlanjutan pembinaan di lingkungan LDII. (Lines Kalsel)



