Banjarbaru (27/6) – Libur sekolah tahun ini menjadi momentum emas bagi pembinaan pesepak bola muda di Kalimantan Selatan. Guna menyaring talenta-talenta terbaik Banua untuk menembus panggung nasional, Forum Sepak Bola Generasi Indonesia (FORSGI) Kalsel menggelar Festival Sepak Bola Usia Dini kategori U-10 dan U-12.
Bekerja sama dengan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Selatan, ajang bergengsi ini resmi bergulir di Lapangan Minisoccer Mabrur, Banjarbaru, mulai 26 hingga 28 Juni 2026.
Ketua FORSGI Kalimantan Selatan, Budiono, menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar turnamen musiman, melainkan ajang bagi para pemain muda untuk unjuk gigi di tingkat nasional. Pihaknya memanfaatkan momen ini sebagai proses seleksi ketat untuk menyusun skuad impian Kalsel.
“Dari hasil festival ini, kami akan menyeleksi 14 pemain kategori U-12 terbaik yang nantinya akan mewakili Kalimantan Selatan pada Piala FORSGI Nasional di Jakarta pada 23–25 Juli 2026 mendatang,” ujar Budiono di sela-sela kegiatan.
Budiono menambahkan, antusiasme tahun ini sangat tinggi. Festival ini diikuti oleh 24 tim dari delapan kabupaten dan kota, dengan rincian 12 tim bertarung di kategori U-10 dan 12 tim di kategori U-12.
“Kami berharap melalui ajang ini melahirkan pemain-pemain muda potensial yang tidak hanya berbakat, tetapi juga mampu bersaing dan mengharumkan nama Banua di tingkat nasional,” katanya optimistis.

Tendangan perdana (kick-off) oleh Kepala Dispora Kalsel, Pebriadin Hapiz, menandai dibukanya festival secara resmi. Ajang ini pun dipadati oleh ratusan peserta, pelatih, hingga orang tua atlet yang antusias memberikan dukungan.
Dalam sambutannya, Pebriadin Hapiz memberikan apresiasi tinggi kepada FORSGI Kalsel yang jeli memanfaatkan masa libur sekolah dengan aktivitas yang produktif dan menyehatkan.
“Kami sangat mengapresiasi FORSGI. Anak-anak dapat mengisi waktu libur dengan aktivitas olahraga di luar ruang, bukan hanya bermain gim (gadget). Ini penting untuk membangun karakter sekaligus menjaga kebugaran mereka,” tutur Pebriadin, Jumat (26/6).
Lebih lanjut, Pebriadin menekankan bahwa orientasi utama sepak bola usia dini adalah proses pembelajaran, bukan semata-mata mengejar trofi juara. Melalui kompetisi seperti ini, mental bertanding, teknik, taktik, dan strategi anak-anak akan teruji nyata.
“Event seperti ini menjadi stimulus agar olahraga menjadi budaya hidup sehat masyarakat Kalimantan Selatan. Ini sejalan dengan visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur yang kami implementasikan melalui berbagai program pembinaan,” tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kalsel, Muhammad Anugrah, menyatakan bahwa festival ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan sepak bola Banua.
“Harapannya melalui kegiatan ini akan lahir atlet-atlet sepak bola usia dini yang nantinya menjadi regenerasi bagi atlet sepak bola senior Kalimantan Selatan,” Pungkas Anugrah. (Lines Kalsel)



